blog oh blog
Setelah berusaha mengekor edisi dot com milik media terkemuka nasional,
salah satu portal berita keluaran media ibukota kembali mengekor
menyediakan fasilitas blog gratisan dengan domain nama portal berita
mereka. Pengekoran mereka lengkap dengan juga turut memublikasikan blog
orang-orang dalam media tersebut, entah itu redaktur, asisten redaktur,
staf humas, staf iklan, dan siapa pun yang punya cukup banyak waktu luang
di belakang laptop, PC ataupun komunikator mereka.
Kemarin saya berkesempatan membaca satu-dua diantara blog "inside" media
tersebut. Blog yang lumayan menyolok adalah sebuah blog yang terlihat
ambisius. Tulisan-tulisan di dalamnya getol menyemangati pihak lain untuk
membuat blog dengan domain yang sama karena menurutnya sangat
menguntungkan. Kenapa, karena berdasarkan pengalamannya setiap tulisan yang
dipublikasi akan segera muncul di barisan teratas halaman pertama google,
dengan demikian (logikanya) akan sangat menguntungkan bagi mereka yang
ingin berbisnis alias mencari penghasilan melalui blog.
Tak bisa dipungkiri, saat ini blog digunakan jutaan pihak untuk meraup
fullus, beberapa tahun lalu saya pun sempat diajak google untuk menambahkan
ad sense di blog. Ajakan yang sama pernah dilontarkan rekan kuliah saya
yang cukup pendiam, namun tiba-tiba saja membuat beberapa blog sekaligus
dengan tujuan mencari tambahan penghasilan. Blog bukan lagi sekedar tempat
menulis tapi juga berbisnis. Sah-sah saja sih, terutama bagi blog tematik.
Misalnya blog yang khusus mengulas film, musik, politik hingga masakan.
Tulisan menarik tentu mengundang banyak orang untuk berkunjung, dan itu
bisa dimanfaatkan pula untuk menarik pengiklan. Tapi blog yang sejak awal
dibuat komersil umumnya terlihat artifisial dan tidak tulus.. Alasan
membuat tulisan tak lain dan tak bukan hanya keuntungan (baca=uang).
Pembuat blog yang serius mencari keuntungan pun giat meng update blog untuk
meningkatkan page rank dan urutan blog yang sering mereka cek di berbagai
situs penghitung urutan blog. Tulisan pun dikonsep agar selalu hangat dan
aktual demi memetik hasil.
Sampai sekarang semua ajakan itu belum pernah saya tanggapi dengan serius.
Bagi saya sudut biru adalah sarana katarsis pribadi saja. Jika suatu saat
saya memutuskan membuat money maker blog, tentu bukan disudut yang ini, dan
mungkin konsepnya bukan membuat tulisan layak jual. Kebayang, setiap hari
selama empat tahun ini saya dituntut membuat tulisan layak jual alias layak
cetak.. masa sih belum cukup juga.. ^^;
