01 June 2015

MENJELANG bulan puasa, siap-siap mengatur dan merapikan ulang pola makan yang selama ini masih acak-acakan yuk. Kebetulan tadi lihat postingan contoh menu food combining ini di grup facebooknya food combining Indonesia. Semoga bermanfaat yaa!

Contoh Menu Food Combining Selama Puasa Ramadhan

(diambil dari buku Erikar Lebang – Food Combining di Bulan Ramadhan)


02.30     Bangun pagi dan menyiapkan makan sahur

03.00     Santap Sahur
              Minum segelas air hangat diberi sedikit perasan jeruk nipis atau jeruk lemon
              (minum perlahan seteguk demi seteguk)
              Makan potongan buah segar sebaiknya terdiri 3 – 4 buah aneka warna

03.45     Menu Karbohidrat
              Nasi dengan tahu tempe goreng serta sepiring besar lalapan segar organik,
              sedikit sambal segar yang tidak terlalu pedas

04.30     Minum segelas air putih berkualitas      

05.00     Sholat Subuh

18.00     Berbuka Puasa
              Jus buah segar buatan sendiri.
              Segelas air putih berkualitas bersuhu sejuk

18.30     Makan Malam
              Nasi Merah
              Tumis Kacang Panjang
              Tahu Tempe Goreng
              Lalapan sayuran segar
              Sambal tidak terlalu pedas

19.00     Shalat Isya dan Tarawih

21.00     Minum segelas air putih berkualitas

21.30     Tidur Malam

Sumber: Facebook Group Food Combining Indonesia

Ilhan dan Andra di Youtube

 

Ilhan dan Andra ada di youtube juga...tapi belum banyak sih video yang di upload.

30 May 2015

Mengenal Food Combining

DARI dulu saya tidak pernah sengaja melakukan diet atau mengatur pola makan. Bahkan, kata diet sepertinya sama sekali tidak pernah terbersit di dalam pikiran. Bagaimana tidak, sejak dulu saya itu selalu (merasa) kurus..bahkan (menurut pikiran saya) terlalu kurus, alih-alih diet saya malah berusaha dengan berbagai cara untuk menambah berat badan. Kalau orang lain stres karena gemuk, saya malah senang sekali kalau ada yang bilang gemukan hehehe..

Seiring bergulirnya waktu saya merasa tidak terlalu kurus lagi. Tepatnya mungkin sekitar tahun 2010 saat kebagian kerja di balik meja dan tidak liputan lapangan lagi.Berat badan yang biasanya mentok di 50-51kg mulai stabil di 54-55kg. Dengan tinggi 160cm saya merasa cukup  ideal dengan berat badan tersebut.

Setelah resign dari pekerjaan dan menjadi stay at home mother saya sempat kurus lagi...lalu gemuk lagi pada saat menggunakan kontrasepsi lalu kurus lagi setelah berhenti kontrasepsi. Biarpun naik turun, berat badan saya masih tetap di kisaran 50-55kg dan seperti sebelumnya saya tidak pernah merasa bermasalah dengan berat badan sehngga tidak pernah tercetus keinginan untuk melakukan diet.

Meskipun berat badan tidak menjadi problem, ada hal yang mengganggu dan menjadi masalah buat saya. Ia bernama MIGREN! Migren yang mnyebalkan ini selalu muncul jika saya belum diberi asupan kafein. Sekitar pukul 12 atau 13 siang, kepala pasti pusiiiiiing  jika belum menyeruput secangkir kopi. Saya baru bisa kembali segar jika darah saya kembali dialiri kafein...

Tapi tunggu, sakit kepala alias migren itu bukan cuma datang di siang hari... menjelang tidur di malam hari migren itu kerap kembali datang menghampiri. Hampir setiap malam saya tidak bisa tidur nyenyak sebelum mengoleskan minyak angin aromateraphy di pelipis dan memijat-mijatnya sebentar. Bukan hanya migren, saya juga sering sekali kembung dan merasa nyeri diantara tulang rusuk.. Kalo istilah dalam bahasa sunda ngajelekit (nyeri seperti masuk angin) dan baru hilang setelah perut dibalur minyak angin.

Pada suatu hari pada awal tahun 2014 saya membaca tentang food combining atau yang biasa disingkat FC dari seorang blogger yang sepertinya seumuran saya disini. Ia memiliki keluhan yang sama..migren dan mudah masuk angin. Keluhannya berangsur hilang saat ia menerapkan pola makan FC. Dari situ saya mulai mencari tahu lebih lanjut tentang apa itu food combining dari internet dan beberapa teman kuliah, kebetulan banget ada grup nya di facebook  yaitu disini  jadi saya bisa banyak belajar dari para admin grup tersebut.

Sedikit demi sedikit saya menerapkan pola makan ini. Memulai hari dengan perasan jeruk nipis dicampur segelas air hangat, sarapan buah, tidak mencampur karbohidrat dan protein hewani, memperbanyak sayur mentah.. dan tentunya mengurangi kopi. Saya sih merasa belum sepenuhnya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan alias juklak.. Terutama dalam hal kopi.. Susaah boo.. Well, meski tidak melaksanakan FC sesuai kaidah alias masih sering cheating tapiiii  semua keluhan saya hilang! Tak ada lagi migren yang menyiksa dan saya juga tidak mudah masuk angin..tidur lancaar. Satu lagi, siklus menstruasi yang sempat terganggu saat menggunakan kontrasepsi juga kembali lancar. Amazing. Satu lagi saat bulan puasa saya ternyata bisa loh tidak minum kopi selama satu bulan penuh woow! hehehehe.. saya sendiri tidak menyangka bisa lepas dari kopi.

Selama satu tahun sejak mengenal food combining apakah saya disiplin dengan pola makan ini? hmm... tentu tidak hahaha.. saya masih sering kangen makan ayam goreng atau protein hewani lain dengan nasi hangat plus sambal terasi hmmm sedaap.. saya juga kembali minum kopi hihihi bandeel.. tapi ya itu, kalau saya kebanyakan bandel dengan cheating langsung deh penyakit lama migren dan sakit leher muncul. Tapi penyakit itu bisa hilang begitu saja loh jika saya puasa sehari dan kemudian kembali menjalankan pola makan sesuai juklak dan koridor food combining.

Ya.. pada akhirnya sehat itu pilihan, semuanya kembali kepada yang menjalankannya.. saya sih berharap dan berdo'a semoga masih bisa bertemu dengan bulan puasa supaya saya bisa kembali disiplin dalam ber FC dan bisa  konsisten dengan pola makan yang sudah saya buktikan sendiri manfaatnya bagi kesehatan saya. Yap biarpun FC nya masih kelas abal-abal tapi tetap semangaat aja untuk lebih sehat.  Ayoo Intaaan semangaat!

07 February 2014

Belajar Move On

ILHAN dan Andra termasuk anak-anak yang mudah untuk move on, saya dan suami sangat bersyukur karenanya. Mulai dari mudahnya meninggalkan botol susu menjadi sippy cup lalu gelas biasa, sampai mudahnya mereka move on dari tidur bersama orang tua menjadi tidur di kamar sendiri

Sejak lahir, si kembar tidur bersama-sama dengan kami orangtuanya, karena kondisi yang tidak memungkinkan tidur di kamar sendiri. Saat itu kami masih mengontrak rumah yang hanya memiliki satu kamar, sehingga kami berempat harus tidur bersama dalam satu kamar, meski kadang Ilhan yang masih bayi tidur sendiri di box nya.

Tahun 2010 kami pindah ke rumah sendiri yang memiliki dua kamar tidur. Tetapi karena terbiasa tidur bersama dan belum memiliki ranjang sendiri yang memadai Ilhan dan Andra masih tidur di kamar Babeh dan Ambu.. Kebayang kan semakin lama tempat tidur semakin sempit. Satu kasur single pun ditambahkan di kamar kami.

Target kami, anak-anak harus sudah tidur sendiri saat masuk TK (keduanya masuk TK A pertengahan tahun 2012). Maka, jauh sebelum tempat tidurnya selesai dibuat, anak-anak sudah diberi pengertian untuk tidur di kamar sendiri. Kami memotivasi anak-anak dengan cerita bagaimana asyiknya punya kamar dan tempat tidur sendiri, menyenangkannya tidur di kasur bertingkat, dan pengalaman ambu babeh waktu kecil yang sangat senang punya kamar sendiri (cerita ambu babeh kecil seperti ini yang biasanya manjur)

Pertengahan 2012 anak-anak mulai eksodus ke kamar mereka. Setiap malam sebelum tidur ambu dan babeh bergantian menemani mereka, mendongeng dan membaca doa serta surat-surat pendek. Proses yang lumayan bikin pegel juga.. hehehe. Jika kami keluar kamar sebelum mereka terlelap, biasanya ada mahluk kecil yang turut membuntuti kami ke kamar... hihihi. "Lah, kok ikut kesini?" "aku kan belum ngantuk, aku mau main disini dulu" . Atau, tanpa kami sadari, ketika bangun pagi penghuni tempat tidur kami sudah bertambah dua anak kecil yang terlelap tanpa dosa, kadang dengan celana basah karena mengompol..huaa

Meskipun prosesnya sedikit menguji kesabaran kami, hari yang dinantikan itu pun akhirnya tiba.. Iya, dan tanpa kami sangka dan kami duga. Ceritanya begini, seperti biasa ketika akan tidur, Babeh mulai ngangon barudak dari kamar mandi untuk bersih bersih menuju ke kamar, lalu babeh tiduran di kasur Ilhan untuk ngelonin atau menemani anak-anak seperti biasa, sementara saya menunggu di ruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara percakapan;

Ilhan : "Babeh jangan di kasur aku terus dong tidurnya, sempit nih"
Babeh : ya udah di kasur Andra aja ya.
Andra : jangan di kasur aku ah beh, sempiit
Babeh : Kalo gitu babeh dimana?
Andra : Babeh sama ambu ajaa..

Tak lama suamiku muncul sambil tersenyum. Senyumnya kusambut dengan ekspresi "yes!" tanpa mengeluarkan suara. Mulai saat itu hingga saat ini anak-anak tidak perlu ditemani lagi saat hendak tidur. Lumayan, kalau dihitung-hitung ternyata prosesnya relatif tidak terlalu lama, hanya beberapa bulan saja.

Psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli (@verauli) dalam twitnya semalam dengan hashtag #tidur menyebutkan bahwa berdasarkan riset, anak yang tidur sendiri akan menjadi anak yang independen dan dapat membangun zona nyaman di crib-nya. Sementara itu orang tua tetap memiliki waktu yang memadai sebagai pasangan.

Alhamdulillah, banyak hal yang bisa kami pelajari dari anak-anak, salah satunya bagaimana mudahnya mereka move on tanpa banyak menyusahkan orang tua. Sebagai orang tua, kami juga terus menerus belajar mengumpulkan banyak-banyak sabar, terutama dalam menjalani proses, tidak menuntut segalanya berlangsung secara instan. Semoga kami bisa selalu menjadi orang tua yang bertumbuh bersama dengan anak-anaknya. Aamiin

04 February 2014

Jagoan Kecilku

ILHAN jagoanku, sejak kecil selalu ekspresif dan rada-rada emosional. Habis nangis bisa langsung ketawa, habis ketawa bisa langsung nangis. Ilhan juga kritis dan cerdas, tidak henti-hentinya bertanya ini dan itu. Pertanyaannya kerap lebih susah dibanding pertanyaan wartawan dan bikin ambu cuma bisa garuk-garuk.. 

03 February 2014

Masak ala Ambu

MINDER dan sedikit iri rasanya ketika melihat teman-taman yang jago masak memajang hasil kreativitasnya di blog atau ruang chat.. Selain tidak berbakat memasak, saya juga tipe orang yang ogah ribet di dapur *hehehe* Alhasil kegiatan masak memasak hanya saya lakukan atas dasar kewajiban untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk keluarga semata, bukan karena hobby atau menikmati prosesnya..

Masak untuk anak-anak sih nggak ribet, mereka selalu suka dengan hasil masakan saya yang pas-pasan... malah seringkali mereka memuji hasilnya *blushing* seandainya saja mereka tahu kalau rasa masakan ibu mereka itu jauh dibandingkan ibu-ibu lain hahahaha

Tapi, rasa minder itu selalu muncul kalo masak untuk suami. Pastinya masakan saya kalah jauh dibandingkan ibunya atau kakak-kakak perempuannya yang jago jago masak. Suami saya sih tidak pernah menuntut saya untuk masak ini itu, setiap masakan saya juga pasti dihabiskan tanpa mengeluh, sesekali bahkan memuji ~tapi saya selalu curiga, jangan2 pujiannya hanya untuk membesarkan hati saya hehehe. Pokoknya saya nggak pernah pede deh kalo memasak buat suami.

Untuk urusan memasak, saya tergabung dalam IGCI atau Ikatan Google Chef Indonesia *ngarang* alias chef yang sebelum masak googling dulu nyari resepnya wakakak.. Soalnya setiap masak saya sering lupa, masukin ininya dulu atau itunya dulu ya...hihihi parah nih.

Ini langkah-langkah yang biasa saya lakukan ketika memasak atau membuat cemilan :

1. Lihat bahan-bahan yang dimiliki di dapur
2. Buka google, dengan kata kunci resep bla bla bla sederhana ( selalu diakhiri dengan kata sederhana, supaya masaknya nggak susah hahaha)
3. Coba sedikit adonan, kalo enak diteruskan sampai habis
4. selesai

* Demikian tips dari saya selaku anggota IGCI hehehe wink wink*

01 February 2014

Gadis Kecilku

ANDRA gadis kecilku yang berusia enam tahun ini sering membuat kami sekeluarga (terutama ambu dan babeh) tertawa geli melihat kelakuannya yang aneh aneh namun lucu.

Andra itu paliiing tidak bisa menahan diri untuk memeluk dan menciumi ibunya..misalnya pagi ini.. ketika dia mau mandi dia balik lagi menemuiku, eh peluk dulu ya mbu... setelah memelukku dengan erat ia lalu mengambil handuk sementara saya rebahan sambil merentangkan tangan... Melihat ibunya rebahan, Andra terlihat balik lagi sambil berlari dan tertawa-tawa.. aku mau peluuk lagiii! Rupanya posisi tadi membuat Andra tergoda hahahaha...

  
ANDRA yang dulunya pendiam dan pemalu sekarang sudah menjadi gadis kecil yang lincah dan ceriwis

28 January 2014

Ngumpul Nyook..


PERTENGAHAN Januari lalu, tepatnya tanggal 18-19 kami sekeluarga besar (dari pihak suami) mengadakan acara kumpul-kumpul bersama. Semua anak cucu, mantu dan cucu mantu mami mertuaku turut serta dalam agenda tahunan keluarga ini.. Mulai dari Jakarta, Ciputat, Bekasi, Serpong, Sukabumi sampai Rangkasbitung.

Seperti tahun lalu,  kumpul keluarga Pondok Ranji kali ini masih memilih kawasan Cisarua Bogor. Pertimbangan memilih daerah ini karena lokasinya pertengahan antara Jakarta dan Sukabumi. Villa yang kami sewa tidak seluas villa sebelumnya, tapi lumayanlah cukup menghangatkan suasana puncak ditengah musim hujan yang dingiiin..

Acaranya sih sederhana, mulai dari makan bersama, shalat berjamaah dan mengaji hingga berenang dan nyanyi-nyanyi . Meskipun begitu kumpul-kumpul seperti ini cukup penting untuk merekatkan silaturrahim dan menghangatkan hubungan persaudaraan.


Oya, saya sendiri kagum dengan keluarga suami yang banyaaak dan selalu kompak, padahal tidak semuanya saudara kandung loh.. 9 orang saudara satu ibu, 6 orang satu ayah, dan dari 3 orang kakak suami yang berbeda ayah itu, ada lagi seorang yang berbeda ibu...ayo pusing nggak? hehehe.. Intinya perbedaan seperti itu tidak pernah menjadi masalah, semuanya berkumpul bersama sebagai satu keluarga.. Semoga saja kehangatan dan kekompakan keluarga ini terus terjalin hingga akhir masa. Aamiin


hawa dingin tidak menyurutkan hasrat berenang brrr




The Big Family